Selasa, 13 September 2011

Pura-pura VS Sungguh-sungguh

Hidup itu seperti lagu lama yang pernah saya dengar waktu kecil dulu. Judulnya kalau nggak salah dunia ini panggung sandiwara. Liriknya kalau nggak salah ingat juga menyatakan bahwa kita sering berlakon sesuai dengan peran kita masing-masing di dunia ini. Ibarat bermain sandiwara. Ngomong-ngomong soal sandiwara, koq kedengarannya jadul banget sech.. mending nyebut kayak gini aza.. manusia yang hidup di dunia ini, dalam kesehariannya, sedang bermain drama atau yang lebih dekat lagi, sedang main sinetron. Hmm.. jadi semua orang itu ternyata diam-diam punya bakat jadi actor dan actress.. eh, bukan bakat lagi melainkan memang udah jadi actor ‘en actress.. jadi sebenarnya nggak perlu ada pekerjaan actor ‘en actress, khan semuanya berprofesi demikian.. lantas bagaimana nasib yang sudah jadi actor ‘en actress itu?? Hmm.., kayaknya harus cari nama baru buat profesi mereka dech.. tapi bay dey weiy, udah melenceng jauh niyy dari yang mau saya ceritakan.. ya, jadi begini…. Sudah dua minggu ini, (haaahhhhhhhhh, nggak salah hitunk niyy, Rin?? Masa udah dua minggu?? Cepedh amadh..) ehm… ngelantur lagi khan?? Ya, jadi udah dua minggu ini (oh.em.ji.), lagi melakukan praktek kerja lapangan-pkl (gitu aza dech sebutannya, coz sebutan ppl masih sering ditanya kepanjangannya.. jadi kayaknya pkl itu lebih merakyat dech.. » udah kayak wakil rakyat aja..^^).. jadinya lagi bertemu orang-orang baru yang memang harus didekati.. (emangnya mau ngajak kencan..) maksudnya saya harus beradaptasi dengan baik agar bisa dekat dengan orang-orang ini.. selayaknya seorang baru di lingkungan yang baru dan diperkenalkan di depan umum, langsung dech ketauan meski wajah loe disembunyiin (kayak merak, hhhh….) jika lagi jalan-jalan atau menghadiri suatu pertemuan pasti ada saja yang nyelutuk “eh, ini yang lagi pkl ya..” perkataan yang wajib.wajib.wajib. (kalau sampe diulang sebanyak tiga kali berarti wajib banget.. ^^) dan membuat bosan didengar.. masalahnya, kalau satu dua orang gitu masih mending.. ini kalau ada sepuluh orang, setidaknya sembilan orang yang bakalan ngomong kayak gitu.. hmmmmmmmmm…, tabah aja dech..
Teruzzzzzzzzz, kalo ketemu pasti ucap salam lagi, salaman lagi, nyebut nama lagi dan senyum lagi.. ritual wajiiiibbbbbbbb… ya iya lah.. loe khan lagi di lingkungan baru dengan orang baru.. loe thuw harusnya bersosialisasi dengan baeg.. yang loe temui itu bukan teman lama loe atau yang seumuran dengan loe.. yang loe temui itu segala jenis umur, segala jenis karakter, segala jenis pekerjaan, segala jenis latar belakang, segala jenis pendidikan, segala jenis keadaan dan segala jenis yang lainnya… loe itu harusnya pintar-pintar membawa diri.. jangan mencoba jadi guru atau merasa lebih tahu dari mereka.. loe harusnya bersyukur.. bisa diterima di tengah-tengah mereka.. bisa menjadi bagian dari mereka.. bisa masuk dalam segala kategori usia.. (kata hatiku ini niyy.., ^^)
Ya.ya.ya.ya. bisa jadi memang saya yang merasa demikian karena baru beberapa hari di sini.. jadinya tak betah.. padahal harusnya mensyukuri keberadaan saya di sini untuk menjadi berkat bagi sesama.. jadi teringat kalimat ini “saat di tempat asing orang cenderung pengen pulang ke rumah, tetapi saat di rumah, orang cenderung bosan berada di rumah.. hal ini menunjukkan manusia tidak mensyukuri apa yang ada didekatnya.” Kayaknya benar dech.. (wajib disharekan ke teman-teman lain yang juga lagi pkl niiiyy..^^)
Habisnya saya ngerasa lagi menggunakan topeng di wajah ini sehingga dilihat orang lain.. “wah, yang pkl itu baeg ya..” atau “wah, yang pkl itu ramah ya..” hmmm…, bagaimanapun juga saya harus belajar.belajar dan belajar… (kayak yang diatas, kalo diulang sampe tiga kali berarti penting untuk dilakukan..^^) akhirnya saya hanya bisa mencurahkan semuanya ini kepda TUHANku yang saya yakin menjaga, menopang, membimbing dan memampukanku menghadapi dan melakukan semua ini..

TUHAN.. Ijinkanlah saya menjadi sumber berkat bagi orang lain.. terpancar dari mata saya yang melihat orang lain dengan kasih.. terpancar dari tangan saya yang bersedia terulur membantu orang lain.. terpancar dari hati saya yang berempati kepada orang lain.. terpancar dari kaki saya yang berjalan dan menuntun orang lain turut bersama saya di jalan kebenaran.. sehingga keberadaan saya di dunia ini.. di tengah-tengah lingkungan saya.. di mana pun saya berada.. tidak sia-sia, melainkan mampu membuat namaMU dimuliakan dan menjadi berkat bagi sesama.. Amien..

Tidak ada komentar: