masih nggak percaya, nggak yakin, seperti dalam mimpi..
kemaren tanggal 20, mendapat kabar guru dan kepsek paling perhatian sedunia yang pernah kupunyai pergi menghadap Tuhan.. dengan mendadak, sama sekali tidak ada tanda-tanda seperti sakit keras atau apa.. tidak percaya ketika mendapat kabar itu dari teman, mencoba menelpon ortu dan ternyata memang bener.. tidak ada tanda-tanda apapun alias mendadak.. terbayang lagi wajahmu yang samar-samar ketika saya masih di bangku menengah atas.. perhatianmu sebagai guru dan kepsek kepada kami, siswa-siswimu.. undangan dan ajakan pergi ke rumahmu.. dan teringat terakhir kita bertemu pada acara syukuran di rumahku pada desember 2010.. beliau masih tersenyum dan bertanya keadaan di perantauan.. namun kini, beliau telah pulang ke rumah yang abadi.. semuanya serasa mimpi mendengar kabar itu..
belum hilang rasa nggak percaya itu, datang lagi kabar mengejutkan minggu pagi 22 januari.. teman angkatan sekaligus kakak dan motivator angkatan telah berpulang ke rumah Bapa.. Ya Illahi.., koq bertubi-tubi orang yang saya kenal dekat, yang begitu baik, cepat ENGKAU panggil pulang?? masih dengan nggak percaya, saya melangkahkan kaki ke tempat kostnya untuk bersama teman yang lain mengadakan ibadah.. masih juga nggak percaya meskipun ketika dari pintu masuk sudah melihat mata sembab teman-teman.. dan barulah kulihat wajah keponakannya sekaligus adik angkatanku yang bener-bener sembab.. ini benar, ini nyata, ini bukan mimpi.. dia memang telah pergi.. mata ini serasa kabur melihat sekeliling.. padahal masih berharap kepulangannya ke kampus ini bersama melanjutkan perjuangan meraih gelar.. namun akhirnya, ia memang pulang tetapi pulang ke rumah BAPA..
kami semua yakin engkau telah berada di tempat yang tenang.. terima kasih atas semuanya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar